Energi minimal itu semacam bayangan jati diri individu

Twitter Facebook Feedburner Google +1 youtube
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro bekerjasama dengan PT. PLN (Persero) memberikan kesempatan kepada lulusan SMA/MA jurusan IPA atau yang sederajat dan SMK yang sesuai jurusan untuk melanjutkan studi di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

Program kerjasama ini diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Program pendidikan jenjang Diploma III dengan pilihan program studi Teknik Elektro (akan menangani sistem kontrol, distribusi, transmisi, gardu induk, dll). Jumlah mahasiswa yang diterima 50 orang.
  • Pendidikan dilaksanakan maksimal 7 semester dengan sistem gugur, evaluasi dilaksanakan secara periodik.
  • Bagi mahasiswa yang tidak lulus evaluasi dinyatakan gugur haknya sebagai mahasiswa program kerjasama dan dapat disertakan di kelas/perkuliahan reguler dengan ketentuan tidak ada pengembalian biaya pendidikan yang telah dibayarkan.
  • Mahasiswa wajib melaksanakan praktek kerja (OJT) di instalasi milik PT. PLN (Persero) maksimal selama 6 bulan dengan memperoleh uang saku Rp.850.000,- per bulan.
  • Biaya seluruh program pendidikan ditanggung oleh mahasiswa.
  • Diberikan Beasiswa dan bantuan penyusunan Tugas Akhir untuk Mahasiswa berprestasi.
  • Mahasiswa program ini setelah lulus pendidikan, langsung DITERIMA SEBAGAI PEGAWAI PT.PLN (Persero) dengan jabatan Junior Engineer / Operator di seluruh unit PT. PLN seluruh indonesia setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh PT. PLN (Lolos tes kesehatan, IPK lebih besar atau sama dengan 2,75 dan lain-lain) serta menjalani Diklat Prajabatan.
  • Biaya seleksi : Rp. 250.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Ribu RUpiah)
  • Tahapan seleksi : Tes Akademik (Undip), Tes Psikologi (PT PLN), Tes Kesehatan dan Wawancara (PT PLN)
  • Biaya pendidikan : Uang Kuliah Tunggal Rp. 5.500.000,-/semester.
Untuk Informasi lebih lanjut Hubungi Sekretariat Pendaftaran :


Informasi : 024 70071133 ( Yani ) / LP2MP (0247460041 / 0812-3195-0173 (CALL) / 0812-2561-1333 (SMS CENTER) dilayani pada jam kerja jam 08.00 - 16.00 WIB.

Atau bisa langsung menuju ke website: um.undip.ac.id

Site Visit PLTU Suralaya, Cilegon 2015

On Label: , , | 2 Comments

Assalamualikum..

PT. PLN (Persero) dalam perkembangannya dalam industri kelistrikan sangat membutuhkan banyak tenaga pelaksana dan tenaga ahli yang akan diposisikan pada unit PLN seluruh Indonesia guna menunjang bisnisnya. PLN bersama Perguruan Tinggi Negeri dan Politeknik Negeri yang dalam perkembangannya menghasilkan lulusan yang berkualitas menandatangani MoU dalam penyelenggaraan Rekrutmen Mahasiswa Baru Program D-III Kerjasama Tahun Akademik 2015/2016. Berdasar hasil kajian dengan menyesuaikan kebutuhan pegawai baru bagi PT PLN (Persero) atas penyelenggaraan program D-III Kerjasama selama 4 (empat) tahun ajaran, PT PLN (Persero) menetapkan Politeknik Negeri Semarang tetap sebagai partner.


Program ini merupakan implementasi kerjasama antara kedua lembaga untuk memberi kesempatan kepada lulusan SMA/MA jurusan IPA, SMK jurusan yang serumpun dengan Teknik Listrik memperoleh pendidikan tinggi yang berorientasi pada kemampuan dan keahlian terapan. Lulusan Program D-III kerjasama yang memenuhi persyaratan IPK ≥ 2,75, masa studi maksimal 6 semester, sehat jasmani dan rohani, langsung direkrut dan mengikuti diklat pra-jabatan PT. PLN (Persero).

Alamat Panitia Pelaksana :

Gd. Kerjasama Lantai 2 Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang 50275
Telp. 024 - 7473417, 7499585 Fax. 024 - 7472396

On Label: , , | 0 Comment

Assalamualikum..

PT. PLN (Persero) dalam perkembangannya dalam industri kelistrikan sangat membutuhkan banyak tenaga pelaksana dan tenaga ahli yang akan diposisikan pada unit PLN seluruh Indonesia guna menunjang bisnisnya. PLN bersama Perguruan Tinggi Negeri dan Politeknik Negeri yang dalam perkembangannya menghasilkan lulusan yang berkualitas menandatangani MoU dalam penyelenggaraan Rekrutmen Mahasiswa Baru Program D-III Kerjasama Tahun Akademik 2015/2016. Berdasar hasil kajian dengan menyesuaikan kebutuhan pegawai baru bagi PT PLN (Persero) atas penyelenggaraan program D-III Kerjasama selama 4 (empat) tahun ajaran, PT PLN (Persero) menetapkan Politeknik Negeri Malang tetap sebagai partner.

Program ini merupakan implementasi kerjasama antara kedua lembaga untuk memberi kesempatan kepada lulusan SMA/MA jurusan IPA, SMK jurusan yang serumpun dengan Teknik Listrik memperoleh pendidikan tinggi yang berorientasi pada kemampuan dan keahlian terapan. Lulusan Program D-III kerjasama yang memenuhi persyaratan IPK ≥ 2,75, masa studi maksimal 6 semester, sehat jasmani dan rohani, langsung direkrut dan mengikuti diklat pra-jabatan PT. PLN (Persero).

Untuk Informasi selengkapnya:

Politeknik Negeri Malang
Jl. Soekarno-Hatta No. 9 Malang
Telp. (0341) 404424-404425 ext.1006
Fax. (0341) 404420 
Email : admisi@polinema.ac.id



On Label: , , | 3 Comments

Assalamualaikum..

Kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi mengenai seleksi penerimaan mahasiswa baru PNUP kelas kerjasama PT. PLN (Persero) Tahun 2015.

Berikut informasi mengenai Kelas Kerja Sama PLN.

Politeknik Negeri Ujung Pandang merupakan pendidikan vokasi yang menyediakan tenaga yang cerdas, cakap, terampil, disiplin dan berakhlak mulia serta siap terjun di dunia Industri. Untuk mewujudkan hal tersebut Politeknik Negeri Ujung Pandang menjalin kerjasama dengan beberapa industri diantaranya PT PLN (Persero) dalam bentuk kelas Kerjasama. Kepercayaan PT. PLN (Persero) terhadap Kualitas Politeknik Negeri Ujung Pandang diindikasikasikan dengan menjadikan alumni program ini akan langsung diangkat menjadi karyawan.

Tujuan Kelas Kerjasama PT. PLN (Persero) adalah :

1. Memberikan kesempatan kepada siswa kelas XII atau lulusan SMA / MA / SMK
yang berpotensi untuk memperoleh pendidikan tinggi. 2. Memperoleh calon mahasiswa baru berprestasi akademik dan memenuhi syarat- syarat yang ditetapkan PT. PLN (Persero).

2. Memperoleh calon mahasiswa baru berprestasi akademik dan memenuhi syarat- syarat yang ditetapkan PT. PLN (Persero).

KetentuanUmum :

1. Lulusan SMA, MA, IPA/SMK rumpun T. Elektro
2. Kelahiran tahun 1995 & setelahnya
3. Tidak memiliki ketunaan yang mengganggu kelancaran studi dan pekerjaan
4. Belum menikah dan sanggup tidak menikah selama pendidikan
5. Tidak buta warna total maupun sebagian
6. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 300.000

Tata Cara Mengikuti Kelas Kerjasama PT. PLN (Persero) :

1. Pendaftar melakukan pembayaran secara langsung atau dapat diwakilkan kekampus Politeknik Negeri Ujung Pandang.
2. Pendaftar melakukan pendaftaran/registrasi secara online di http://umpn.poliupg.ac.id dengan mengisi biodata serta upload file foto resmi ukuran 3 X 4.
3. Peserta mencetak KARTU PESERTA secara online bagi yang lolos administrasi di website.
4. Peserta mengikuti tes akademik dengan membawa serta berkas pendaftaran
pada hari pelaksanaan ujian ke Politeknik Negeri Ujung Pandang:
    a. Asli Bukti Registrasi Online
    b. Foto copy kartu tanda pengenal KTP, SIM/Kartu Siswa
    c. Foto copy ijazah/SKL dan nilai UAN yang dilegalisir kepala sekolah
    d. Bagi lulusan 2015 diharapkan menyerahkan foto copy SKL setelah dinyatakan lulus tes akademik.
5. Peserta yang dinyatakan lulus tes akademik akan mengikuti tahapan tes selanjutnya.

Program Studi dan Daya Tampung: 

1. Program studi yang dipilih adalah Teknik Listrik (D3) Konsentrasi Gardu Induk/Sistem Transmisi dan Distribusi
2. Daya tampung program studi ini sebanyak 50 mahasiswa.

Biaya Pendaftaran :

1. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah)
2. Biaya pendaftaran dapat dibayarkan langsung atau *dapat diwakilkan kekampus politeknik negeri ujung pandang.
*Jika mengalami kendala dalam proses pembayaran dapat menghubungi panitia pendaftaran.

Biaya Pendidikan :

1. Sumbangan pengembangan Politeknik Negeri Ujung Pandang Rp. 5.000.000,- selama pendidikan
2. SPP Rp. 4.000.000,-

Prinsip Seleksi : 

Seleksi dilakukan berdasarkan prinsip mendapatkan calon mahasiswa baru yang berkualitas dengan mempertimbangkan nilai akademis, psikologi, kesehatan, wawancara secara obyektif, adil dan akuntabel.

Sanksi :

Jika ditemukan adanya kecurangan atau ketidaksesuaian data dan informasi yang diberikan oleh pendaftar, maka hak sebagai pendaftar dinyatakan GUGUR atau dibatalkan kelulusannya jika sudah diterima.

Website resmi dan alamat panitia :

Website resmi : http://www.poliupg.ac.id

Alamat Panitia Pelaksana:

Bagian Unit Hubungan Industri Politeknik Negeri Ujung Pandang
Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10 Tamalanrea Makassar 90245
Kontak Person: Muh. Iskandar Sabang, S.ST., MSA
Telp.081241422999
Email: upt_hi_pnup@yahoo.com





On Label: , , | 0 Comment

Assalamualaikum..

Bagaimana kabar adik adik sekalian? Gimana UN (Ujian Nasional) Berbasis CBT ataupun yang PBT, lancar semua kan? Ya, kali ini Kakak mau berbagi kabar gembira bagi kalian yang masih belum menentukan jurusan ataupun Perguruan Tinggi yang akan dipilih, ataupun buat kalian yang bingung mau lanjut kuliah atau kerja yaa.. Ga usah bingung dan bimbang, nih Kakak kasih tau kalau di POLSRI (Politeknik Negeri Sriwijaya) Palembang akan membuka jalur "IKATAN DINAS" kelas kerjasama dengan GMF, Hah?? apa itu IKATAN DINAS? seperti yang saya nukil dari blog hiburdunia.com bahwa IKATAN DINAS adalah setelah menyelesaikan pendidikan, alumni tersebut akan diangkat menjadi pegawai di kementerian/badan/lembaga yang menaungi, nah jadi sudah jelas kan bahwa setelah kalian menyelesaikan pendidikan atau kuliah di POLSRI maka kalian akan diangkat sebagai calon pegawai GMF AeroAsia. Waw.. enak sekali ya, lulus kuliah ga perlu repot cari kerja ataupun antri ikut JOBFAIR di kampus-kampus. Btw, apa sih Kak GMF AeroAsia itu? langsung aja deh kepo ke Website resminya GMF AeroAsia


Emangnya jurusan apa aja kak yang dibuka?

Nah pada Website resmi dari POLSRI, Jurusan/Program Studi/Konsentrasi yang di buka yaitu:

  1. Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Teknik Mesin Diploma III Konsentrasi Aeroframe dan Power Plant (AP).
  2. Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Teknik Elektronika, Diploma III Konsentrasi Electrical Avionic and Basic Aircraft Maintenance (EA).
Trus kapan di buka pendaftarannya Kak?

Informasi lebih jauh tentang proses seleksi direncanakan akan dilaunching secara nasional oleh GMF Aero Asia melalui Koran nasional dan lokal dan di website www.gmf-aeroasia.co.id dan www.polsri.ac.id paling cepat pada 20 April 2015 mendatang.

Apakah Info yang Kakak bagikan ini bisa dipercaya?

untuk lebih jelasnya kontak panitia seleksi POLSRI:

Panitia Pelaksana
KPA Politeknik Negeri Sriwijaya
Jl. Srijaya Negara Bukit Besar
Palembang – Sumatera Selatan 30139
Telp : 0711 353414
Fax : 0711 355918
Email : humas@polsri.ac.id
Layanan Informasi dan Teknis
Senin–Kamis : Pukul 08.00 –16.00 WIB
Jumat : Pukul 08.00 –11.00 WIB dan 13.30–16.00 WIB



Sumber:

On Label: , , , | 2 Comments


Assalamualaikum Wr. Wb.

Lama sekali sudah ga nulis Blog lagi, berhubung dulu sering menyibukan diri di dunia kampus berbagai acara di Organisasi Kampus kala itu, dan pada puncak akhir kuliah dengan Praktek Kerja Lapangan dan diakhiri dengan Tugas Akhir. Alhamdulillah Allah Selalu memberikan jalan kepada Hambanya yang mau berusaha, dan akhirnya saya dinyatakan lulus dengan Project Akhir "Analisa Performa Condensate Extraction Pump PLTU 1 Jawa Timur, Pacitan".


Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagai sedikit ilmu saya yang telah diajarkan oleh bapak.ibu dosen sewaktu saya dikampus dan para instruktur sewaktu saya diklatdan menyambung tulisan yang terdahulu mengenai Sistem pemeliharaan Pembangkit.


Sebelum mengawali tentang "Pemeliharaan Turbin Gas" saya akan memberikan dasar-dasar tentang PLTG.

Turbin Gas

   Turbin Gas berfungsi untuk membangkitkan energi mekanis dari sumber energi panas yang dihasilkan pada proses pembakaran. Selanjutnya energi mekanis ini akan digunakan untuk memutar generator baik melalui perantaraan Load Gear ataupun tidak, sehingga diperoleh energi listrik.

JENIS PEMELIHARAAN.

Didalam pelaksanaan strategi pemeliharaan terdapat tiga macam cara / katagori.
  1. Breakdown maintenance.
    Pemeliharaan dengan cara breakdown (break down maintenance), dapat mengurangi pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan terhadap mesin-mesin pembangkit. Hal ini dikarenakan mesin dioperasikan terus menerus sampai rusak, kemudian baru diperbaiki.
    Kerugian dengan cara pemelihraan ini ialah, waktu kerusakan tidak dapat diduga, sehingga bagi staff / petugas penanggung jawab pemeliharaan sukar untuk menyiapkan tools, man power, dan suku cadang yang diperlukan didalam pelaksanaan perbaikan.

    Karena kerusakan dapat terjadi disetiap waktu, sulit untuk merencanakan pekerjaan pemeliharaan, sehingga pekerjaan pemeliharaan menjadi lebih lama, reparasi lebih berat, keandalan operasi menurun, dan biaya timbul lebih besar / mahal.
  2. Regular preventive maintenance / time based maintenance.Regular preventive maintenance, dapat menurunkan frequency reparasi, sehingga keandalan lebih baik, dibandingkan dengan breakdown maintenance, namun periode operasi diantara pemeliharaan yang direncanakan berdasarkan waktu tersebut sukar ditentukan secara tepat, karena terdapat perbedaan diantara perencanaan tersebut dan variasi kondisi operasi mesin.
    Ketidak tepatan perencanaan, dapat menimbulkan kerugian antara lain :

    - Overhaul dapat terjadi dalam waktu yang lama dan dengan pengeluaran biaya yang mahal (perencanaan waktu yang lama).

    - Interval waktu overhaul ataupun perbaikan / pemeliharaan, bisa saja singkat, dan ini menyebabkan kerugian / penghamburan uang.

    - Kemungkinan mesin yang beroperasi dengan baik, (masih baik), dimatikan untuk 
    reparasi, hal ini dapat menambah kerusakan / biaya, misalnya, Untuk pelepasan paking-paking, seal / perapat, dlsb, yang tentu saja setelah dilepas  harus diganti. Hal seperti tersebut diatas terutama terjadi pada saat first year inspection.
    - Proses produksi bisa saja masih tergantung dari force outage (unplanned outage).

    - Penyiapan tenaga-tenaga terampil, suku cadang, selalu sudah siap untuk waktu tertentu guna menghadapi “planned repair”, namun mungkin saja tidak jadi / belum tentu diperlukan.
  3. Condition based maintenance / Predictive maintenance.

    Condition based maintenance / predictive maintenance yang dipantau dengan cara condition monitoring, mengatasi kerugian-kerugian dari kedua macam strategi pemeliharaan seperti disebutkan diatas.

    Disini mesin dijalankan sampai dengan mendekati titik kegagalannya (filure). Panjagaan ketat terhadap kegagalan dilakukan terutama pada mesin-mesin kritis atau mesin-mesin yang dapat membahayakan lingkungannya.

    Keuntungan dari cara dengan predictive maintenance ialah.
    - Shutdown untuk perbaikan dapat direncanakan dengan tepat (kemungkinan diantara dua waktu overhaul), dengan waktu perbaikan yang lebih singkat.
    - Biaya perbaikan menjadi ekonomis (biaya tools, man power, suku cadang dll)

    - Mesin dapat beroperasi dengan kondisi yang cukup baik dalam waktu yang relatif lama dari pada sistem maintenance lainnya.
    Struktur Pemeliharan Pusat Listrik
PEMELIHARAAN TURBIN GAS

Pemeliharaan Turbin Gas adalah suatu kegiatan pekerjaan perawatan yang dilakukan terhadap peralatan / instalasi Turbin Gas dengan tujuan agar supaya peralatan / instalasi tersebut dapat dioperasikan secara maksimal, andal, efisien, aman dan dapat mencapai umur pakai (life time) sesuai dengan yang direncanakan. Pemeliharaan akan diperlukan karena setiap peralatan yang dioperasikan akan mengalami kerusakan.

Pemeliharaan yang baik akan mencegah atau memperlambat terjadinya kerusakan tersebut.

Faktor-faktor penyebab kerusakan diantaranya adalah :

- Design dan material
- Pengoperasian 
- Pemeliharaan
- Kondisi lingkungan

Program pemeliharan yang berhasil selain akan memperlambat terjadinya kerusakan, juga akan dapat meningkatkan kemampuan dari peralatan / instalasi yang dipelihara.

Untuk berhasilnya suatu pemeliharaan harus didukung dengan :

- Tenaga kerja yang terampil, baik personil operasi, pemeliharaan, perencanaan dan semua personil terkait.
- Tersedia spare part / material / dana yang cukup
- Tersedia cukup waktu untuk pemeliharaan.
- “Case History” (catatan kejadian-kejadian) selama peralatan / instalasi dioperasikan.

“Cose History” yang lengkap dan rinci dan log sheet harus diarsipkan, baik mengenai operasi maupun pemeliharaannya.

Case History harus mencakup uraian dan analisa mengenai gangguan-gangguan atau maslah-masalah yang tidak biasa yang terjadi selama operasi, termasuk juga kondisi kerusakan yang dijumpai saat inspection serta tindakan penanggulangan yang dilakukan.


Apabila tepat dimana turbin gas ini dipasang mempunyai kondisi lingkungan yang tidak normal seperti humiduty tinggi, udara banyak mengandung garam atau lainnya, maka inspection harus dilaksanakan lebih sering sampai didapat data yang cukup untuk menentukan periode pemeliharaan yang tepat.

Data yang ditulis pada log sheet diantaranya data Tekanan, temperatur, RPM, waktu operasi, konsumsi minyak pelumas, konsumsi bahan bakar, dan atau item lainnya yang diperlukan sebelum dilaksanakan shut-down yang dilanjutkan dengan inspection.

Data hasil pemeriksaan pada inspection pertama adalah sangat penting, dan pabrik pembuat pada umumnya merekomendasikan agar inspection pertama ini dilaksanakan tidak lebih dari satu tahun kalender sejak Turbin Gas dioperasikan.

Sebelum turbin gas distop dalam rangka pelaksanaan inspection, data operasi tersebut dibawah ini harus dicatat dan Case History yang telah lalu juga harus diteliti kembali dan menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan inspection.

- Catat hasil hasil pengukuran vibrasi disemua bearing, dengan menggunakan vibrasi meter portable diukur sesaat sebelum turbin gas distop. Juga catat hasil pengukuran vibrasi pada alat ukur / meter terpasang di panel.
- Apakah ditemukan kebocoran bahan bakar dari pipa dan lain-lainnya? Catat lokasinya.
- Apakah ditemukan kebocoran minyak pelumas dari pipa dan lain-lainnya? Catat lokasinya.
- Apakah sistem kontrol bekerja dengan stabil dan secara keseluruhan bekerja dengan baik?
- Apakah pengaman Overspeed berfungsi dengan baik dan bekerja pada kecepatan putaran yang telah ditetapkan?
- Apakah Overspeed Valve dan Shut off Valve bekerja dengan baik saat turbin dapat trip.
- Apakah terjadi gesekan pada ujung blades dan atau seal?
- Apakah tejadi perubahan tekanan pada sistem minyak pelumas?
- Apakah tejadi perubahan temperatur pada sistem minyak pelumas?
- Pada saat membersihkan filter minyak pelumas, apakah ditemukan material babbit?

Pemeliharaan Turbin Gas, Auxiliary beserta instalasi/peralatan lainnya yang direkomendasikan oleh pabrik merupakan Periodic Inspection yang terdiri dari pemeliharaan kecil yang dilaksanakan ketika Turbin Gas beberapa sampai dengan pemeliharaan menyeluruh berupa Major Inspection.

Efisiensi Turbin Gas sangat mempengaruhi daya mampu unit PLTG. Oleh karenanya stop berkala (periodic shut-down) akan hilangnya kesempatan produksi yang tidak direncanakan terlebih dahulu dan mungkin juga akan berarti suatu kondisi yang berbahaya. Stop terencana (scheduled shut-down) harus dikoordinasikan dengan unit pembangkit lainnya sehingga tidak terjadi kekurangan cadangan unit pembangkit. Turbin Gas memerlukan Periodic Inspection, perbaikan dan penggantian parts-nya.

  1. Pemeliharaan Unit Selama Beroperasi

    Merupakan pengamatan yang terus menerus selama Turbin Gas dioperasikan. Pengamatan ini biasanya dilaksanakan setiap hari, setiap minggu atau setiap bulan dan setiap tahun.

    Bagian-bagian yang diamati diantaranya :
    -       Tekanan bahan bakar pada Fuel Nozzle
    -       Differential Pressure pada filter-filter
    -       Exhaust Gas Temperature
    -       Kebocoran-kebocoran.
    -       Vibrasi
    -       Tingkat kekotoran Kompresor
    -       dll.

    Kotoran pada kompresor dapat dikurangi dengan Catlyst atau campuran air dengan detergent yang dilakukan pada saat Turbin Gas beroperasi, atau dapat juga dengan Water Wash yang dilakukan ketika Turbin Gas pada posisi spin (600 RPM). Besarnya vibrasi Turbin Gas dan peralatan lainnya perlu diamati. Sedikit perubahan besarnya vibrasi mungkin diakibatkan oleh perubahan beban.

    Akan tetapi bila vibrasi naik dengan cepat atau secara kontinyu terlihat ada tendensi kenaikan vibrasi, ini merupakan suatu indikator untuk dilaksanakan aksi korektif (perbaikan).

    Mungkin yang paling perlu untuk diamati adalah exhaust gas temperature (temperatur gas keluar turbin), karena batas operasi Turbin Gas diset terhadap exhaust gas temperature. Pekerjaan pengamatan yang dilanjutkan dengan aksi korektif seprti ini adalah merupakan bagian dari Predictive Maintenance.
  2. Pemeliharaan Selama Unit Stop
    Fuel Nozzle Inspection.

    Inspection ini adalah membuka, melepas serta membersihkan Fuel Nozzle dan memeriksa bagian dalam Combustor Basket dan Transition Pice melalui lubang tempat memasang Nozzle.

    Untuk pemeriksaan pertama (terhitung sejak Turbin Gas dioperasikan sesudah erection atau sesudah Major Inspection), pemeriksaan Fuel Nozzle ini selambat-lambatnya-lambatnya dilaksanakan setelah mencapai 50 jam operasi. Apakah dari pemeriksaan pertama ini tidak terlihat adanya kelain-kelain maka pemeriksaan selanjutnya bersama dengan Combustor Section Inspection.
    Combustor Section Inspection

    Bagian pekerjaan yang termasuk dalam Combustor Section Inspection adalah membongkar, memeriksa dan memperbaiki Fuel Nozzle, Combustor Basket, Transition Pieces dan komponen lain yang berada didalam Combustor Chamber. Bagian-bagian yang dibuka tersebut harus dibersihkan dengan teliti, diperiksa dan diperbaiki.

    Pada kesempatan ini juga diperiksa sudu-sudu turbin tingkat pertama yang dapat diperiksa dari lubang tempat pemasangan Transition Pieces.
    Turbin Section Inspection

    Inspection ini biasa disebut juga sebagai HOT GAS PATH INSPECTION, yang meliputi Combustor Section Inspection ditambah dengan memeriksa / memperbaiki bagian dalam Turbin Gas dengan trelebih dahulu membuka Combustor Chamber Cylinder.

    Sudu-sudu turbin dilepaskan dari rotornya kemudian dibersihkan dan diperbaiki. Diaphragma dan seal labirin juga dilepas, dibersihkan dan diperbaiki. Dianjurkan juga agar bantalan aksial (Thrust Bearing) serta bantalan journal (Journal Bearing) dibuka, diperiksa dan diperbaiki.
    Major Inspection 

    Major Inspection adalah pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh yang dilakukan terhadap semua komponen unit PLTG (Turbin Gas, Kompresor, Peralatan bantu dll). Pekerjaan yang dilaksanakan mencakup pekerjaan Combustor Section Inspection, Turbine Section Inspection, ditambah dengan membuka Compresor Casing, melepas sudu-sudu kompresor untuk diperiksa / diperbaiki.

    Diaphragma Kompresor, Seal labirin, bantalan-bantalan juga dilepas, dibersihkan diperiksa dan diperbaiki. Dalam pelaksanaan Major Inspection ini juga dilakukan alignment (penyetelan-penyetelan) secara menyeluruh. Kriteria pemeriksaan, perbaikan dan penggantian dapat dilihat dari Service Bulletin yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat atau dari buku manual.
    FAKTOR OPERASI YANG MEMPENGARUHI PEMELIHARAAN
    Pemeliharaan yang rekomendasikan diperoleh dari pengalaman / penelitian terhadap sejumlah Turbin Gas dengan jam operasi total lebih dari 12 juta jam.

    Cara pemeliharaan serta Periode Pemeliharaan masih mungkin untuk berubah, untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
    JUMLAH START DALAM SATU PERIODE (STARTING FREQUENCY) :

    Setiap kali start dan stop turbin akan menimbulkan efek termal atau perubahan temperatur yang besar pada parts turbin.

    Selain periode start-up, sistem kontrol akan berbuat sedemikian rupa untuk mengurangi efek termal tersebut, namun walaupun demikian umur pakai (life-time) Turbin Gas yang sering di start akan lebih pendek dibandingkan dengan Turbin Gas yang selalu beroperasi pada beban dasar (base load) terus menerus.

    Kemungkinan yang terjadi saat Turbin gas di start adalah :
    - Start yang berhasil, bilamana start diikuti kenaikan putaran mencapai putaran sinkron.
    - Penyalaan gagal, bilamana start diikuti kenaikan putaran mencapai ignition, terjadi ignition tapi gagal untuk mencapai putaran sinkron.
    - Tidak terjadi penyalaan, bilamana start diikuti kenaikan putaran tapi gagal untuk mencapai putaran ignition.
    - Emergency Start (Fast Start), bilamana start diikuti kenaikan putaran yang sangat cepat.
    - Start yang tidak diikuti penyalaan tidak akan meyebabkan efek termal.

    SIKLUS BEBAN (LOAD CYCLE)

    Turbin Gas yang dibebani terus menerus dengan beban konstan atau sedikit perubahannya akan menimbulkan sedikit pengaruh pada life-time parts turbin. Sedang turbin gas yang dibebani naik turun dengan cepat, pengaruhnya terdapat life-timer parts turbin akan sama dengan yang sering Satrt-Stop. Banyak Turbin gas yang dioperasikan hanya untuk menampung beban puncak dengan jam kerja yang pendek. Cara pengoperasian seprti ini disebut Peak Rating dan dioperasikan sampai batas tertinggi temperatur exhaust gas.Untuk kondisi seprti ini jam kerjanya dipehitungkan dengan “Jam Kerja Ekivalen”.
    KONDISI LINGKUNGAN 

    Pengaruh lingkungan terdapat pemeliharaan Turbin gas adalah timbulnya korosi dan atau abrasi / pengikisan. Pengaruh lingkungan yang akan mengakibatkan abrasi dapat dikurangi dengan memasang filter udara yang baik disisi masuk kompresor, sedang bila pengaruhnya korosi dapat dikurangi dengan pelindung / coating cat. Untuk keadaan tertentu mungkin perlu dipasang instalasi “pencuci udara".


    Sumber: Modul Diklat Pmeliharaan Turbin Gas.

On Label: , | 2 Comments

Sambungan dari TEKNOLOGI OPERASI PLTGU (1). Kali ini saya akan melanjutkan mengenai "KOMPONEN UTAMA PLTGU".

KOMPONEN UTAMA PLTGU


PLTGU yang merupakan siklus kombinasi mempunyai komponen utama yang terdiri dari :
  • PLTG dan alat bantunya serta generator  
  • HRSG dan alat bantunya 
  • Turbin uap dan alat bantunya serta generator
Turbin gas dan alat bantunya pada umumnya merupakan suatu paket set unit PLTG yang dapat berdiri sendiri maupun digabung menjadi siklus kombinasi. Susunan HRSG dan alat bantunya harus dirancang agar dapat menyerap panas gas buang (exhaust gas) dari turbin gas seoptimal mungkin sehingga dapat menghasilkan uap dengan tekanan dan temperatur yang diperlukan untuk memutar turbin uap. Sistem sirkulasi air uap yang diterapkan disesuaikan dengan temperatur gas buang dari turbin gas agar fleksibel terhadap pembebanan.

Jumlah tingkat dan jumlah silinder dari turbin uap disesuaikan dengan tekanan dan temperatur uap yang dihasilkan oleh HRSG. Turbin uapnya biasanya non ekstraksi, karena pemanasan air dilakukan didalam HRSG.

Apabila PLTG akan digunakan dalam siklus kombinasi, maka panas gas buang harus mempunyai suhu sekitar 500 derajat Celcius agar dapat dimanfaatkan untuk menguapkan air didalam “Heat Recovery Steam Generator”. Apabila PLTD (Diesel) akan digunakan dalam siklus kombinasi, maka kapasitasnya harus cukup besar, yaitu sekitar 25 MW agar air pendingin mesin dapat dimanfaatkan untuk pemanas awal air pengisi boiler.

Terdapat beberapa variasi dari siklus kombinasi PLTGU dalam memanfaatkan gas buang untuk menghasilkan uap sebagai penggerak turbin PLTU. Gambar di bawah menunjukkan contoh variasi siklus PLTGU :

PLTU dan PLTGU digambung dengan peleburan besi


PLTGU dengan turbin gas bebahan bakar batu bara

Ditinjau dari konfigurasi jumlah turbin gas dan Heat Recovery Steam Generator (HRSG) dan turbin uapnya, suatu PLTGU dapat di susun dengan beberapa konfigurasi, tetapi umumnya dibedakan menjadi 3, yaitu :  
  • Konfigurasi  : 1 turbin gas (GT), 1 HRSG, 1 turbin uap (ST)  = konfigurasi 1 – 1 – 1  
  • Konfigurasi  : 2 turbin gas (GT), 2 HRSG, 1 turbin uap (ST) = konfigurasi  2 – 2 – 1
  • Konfigurasi  : 3 turbin gas (GT), 3 HRSG, 1 turbin uap (ST) = konfigurasi  3 – 3 – 1 
Konfigurasi  1 – 1 – 1

Konfigurasi ini merupakan PLTGU yang paling sederhana karena hanya terdiri dari 1 turbin gas (GT), 1 HRSG dan 1 turbin uap (ST). Pada sebagian PLTGU ini bahkan generatornya hanya satu sehingga turbin gas, turbin uap dan generator merupakan mesin satu poros (single shaft combined cycle). Posisi generator dapat berada diantara turbin gas dan turbin uap atau turbin uap diatara turbin gas dan generator.

Kelebihan susunan PLTGU 1–1–1 antara lain adalah mampu memenuhi kebutuhan permintaan daya secara cepat dan ekonomis, konsumsi air dan bahan bakar nya rendah serta konsumsi listrik pemakaian sendiri (works power) juga rendah.

Diagram PLTGU dengan konfigurasi 1 - 1 - 1

Konfigurasi  2 – 2 – 1 

PLTGU dengan susunan 2–2–1 lebih fleksibel dalam pengoperasian maupun pemeliharaan dibanding susunan 1–1–1. Dengan susunan 2–2–1, apabila satu turbin gas terganggu, maka turbin gas yang lain tetap dapat beroperasi dalam siklus kombinasi. Sedangkan bila HRSG nya yang terganggu, maka turbin gas dapat beroperasi dalam mode siklus terbuka (open cycle).  

Diagram PLTGU dengan konfigurasi 2 - 2 - 1

Konfigurasi  3 – 3 – 1

Konfigurasi 3–3–1 merupakan konfigurasi yang menghasilkan output daya paling besar dengan variasi operasi paling banyak.


Diagram PLTGU dengan konfigurasi 3 - 3 - 1

SISTEM-SISTEM  PLTGU

Peralatan bantu PLTGU selain terdiri dari peralatan yang berbentuk komponen juga terdapat peralatan bantu berupa suatu siklus atau sirkit yang disebut sistem. Adapun sistem tersebut diantaranya:

Sistem Udara Pendingin dan Perapat

Sebagaimana telah disebutkan diatas sistem udara berfungsi untuk menyediakan udara untuk pembakaran, dimana udara dihasilkan oleh kompresor. Tetapi udara dari kompresor ini sebagian juga digunakan sebagai pendingin dan perapat. Udara pendingin berfungsi untuk mendinginkan sudu-sudu turbin.

Material turbin gas akan mengalami stress karena dilalui oleh gas yang temperaturnya sangat tinggi hasil dari pembakaran bahan bakar. Untuk mencegah agar tidak terjadi overheating, maka bagian turbin yang dilalui oleh gas panas tersebut didinginkan dengan udara. Sudu-sudu gerak (moving blade) didinginkan dengan udara yang diambil dari kompresor tingkat tertentu. Udara pendingin ini sebelum digunakan, didinginkan terlebih dahulu dengan media udara atau air (air cooler atau water cooler).

Sudu-sudu diam (fixed blade) atau diafragma dari turbin tingkat pertama akan menerima temperaratur dan tekanan yang paling tinggi. Oleh karena itu udara pendinginnya diambil dari kompresor utama tingkat terakhir yang tekanannya paling tinggi. Sedangkan sudu diam tingkat kedua didinginkan dengan udara yang diambil dari kompresor tingkat yang lebih rendah.

Pendinginan sudu gerak dan sudu diam dilakukan dengan mengalirkan udara kedalam rongga (lubang) yang ada didalam sudu-sudu tersebut. Udara ini kemudian keluar dari permukaan sudu dan melapisi permukaan sudu sehingga melindungi dari kontak langsung dengan gas panas. Selain digunakan sebagai pendingin sebagian udara dari kompresor juga digunakan sebagai perapat pada bantalan (bearing seal air). Fungsi udara perapat adalah mencegah bocornya minyak pelumas dari ujung bantalan (celah antara rumah bantalan dan poros). Sebagaimana pada udara pendingin, udara perapat sebelum digunakan juga didinginkan terlebih dahulu.

Lubang saluran pendingin pada sudu gerak dan sudu diam


Diagram sistem udara pendingin dan perapat

Sistem Udara Pengabut (Automizing)

Proses pembakaran akan berlangsung dengan sempurna apabila bahan bakar dapat bercampur dengan oksigen (udara) yang cukup. Untuk mempermudah percampuran antara bahan bakar dan udara dalam proses pembakaran, maka bahan bakar harus dipecah menjadi partikel yang sangat kecil. Proses memecah bahan bakar menjadi partikel yang kecil ini disebut atomisasi (pengabutan). Atomisasi dapat dilakukan secara mekanik (dengan tekanan tinggi) dengan media uap atau udara.

Bahan bakar minyak pada turbin gas umumnya diatomisasi dengan udara. Pada saat start, udara pengabut biasanya diambil dari kompresor khusus, dan setelah operasi normal udara pengabut diambil dari kompresor utama.

sistem udara pengabut

Sistem Pendingin

Sistem pendingin berfungsi untuk mendinginkan peralatan bantu dan sistem PLTG. Peralatan yang mendapat pendinginan antara lain adalah minyak pelumas, udara pendingin, mesin diesel start up, generator dan sebagian. Media pendingin mengunakan air denim yang diberi bahan kimia. Pemberian bahan kimia bertujuan untuk mencegah korosi dan pergerakan. Jenis bahan kimia yang digunakan adalah Magnesium chormat. Air persediaan ditampung dalam tangki yang akan menambahkan bila jumlahnya berkurang.

Sirkulasi air pendingin merupakan siklus tertutup. Setelah mendinginkan peralatan, air pendingin ini didinginkan dengan udara dari kipas (fin fan) didalam radiator.

sistem air pendingin

Sistem Bahan Bakar

Bahan bakar minyak

Bahan bakar minyak yang banyak digunakan di PLTG adalah HSD (High Speed Diesel), walaupun minyak IDO (Industrial Diesel Oil) dan residu juga dapat  digunakan apabila unit PLTG dilengkapi dengan sarana pengolah bahan bakar, misalnya dengan memasang pemanas minyak dan centrifuge. Penerimaan bahan bakar minyak dari pemasok dapat dilaksanakan melalui tongkang, mobil tangki maupun langsung menggunakan pipa.

Di site PLTG, bahan bakar minyak tersebut ditampung didalam bunker atau tangki bulanan (monthly tank). Untuk pemakaian sehari–hari, bahan bakar tersebut terlebih dahulu ditranfer kedalam tangki harian (daily tank) lalu dipompakan ke unit yang memerlukannya. Untuk PLTG yang tidak dilengkapi  dengan tangki harian, pengambilan minyak langsung dari tangki bulanan. 

Selanjutnya bahan bakar akan dihisap oleh Fuel Forwarding Pump atau booster pump (3) yang berfungsi untuk menjamin agar sisi hisap Main Fuel Pump (5) tidak mendapat tekanan negatif.  Tidak semua PLTG memiliki  fuel forwarding pump.  Filter yang lebih halus (4) sekitar 200 mesh mencegah berfungsi agar kotoran tidak terbawa masuk kedalam Main Fuel Pump (5).


On Label: , | 0 Comment

Pentingnya Penerapan Ilmu Material dan Metalurgi (Bahan-bahan Teknik) Bagi Kemajuan Industri di Indonesia
Oleh Dimas Yudha Satria, 21050111083008 | @dimyudim

Sebelum jauh saya membahas materi yang saya sajikan ini, alangkah baiknya saya jelaskan terlebih dahulu mengenai Material dan Metalurgi itu sendiri. Pasti yang terngiang dibenak dan pikiran anda yang mendengar kata material, adalah semen, pasir, bata, keramik dan sebagainya (pokoknya yang ditoko bangunan itulah, hhe). Memang gak salah sih, secara mindset itulah yang udah muncul dan berkembang dimasyarakat bahkan dikalangan mahasiswa teknik sekalipun. tapi apakah itu benar??. TIDAK!! sekali lagi itu tidak Tepat!!. ilmu material tidaklah sesempit itu. Ilmu material adalah ilmu yang mempelajari semua jenis bahan di dunia ini, yaitu logam, keramik, polimer, dan komposit (campuran dari 2 atau lebih material yang memunculkan materi baru dengan sifat unggul tertentu). mulai dari struktur mikro, rekayasa material, sifat mekanik dari material tersebut dipelajari dalam ilmu material ini. sedangkan metalurgi adalah cabang dari ilmu material yang lebih mengfokuskan pada material logam (metal).

Nah, udah ngerti semua kan apa itu Material dan Metalurgi? Hhe. Kenapa saya mengangkat tema ini, ada yang tau gak sob? Hubungannya sama Mechanical Engineering terus apa dong? Tenang sob, akan saya jelaskan satu per satu.

  1. Pada Program Studi Diploma 3 Teknik Mesin, Universitas Diponegoro, terdapat mata kuliah yang menurut saya sayang banget kalo kalian lewatkan (khusus Mahasiswa Baru), yaitu Bahan-bahan Teknik yang diampu oleh beliau Bapak Ir. Sutomo M,Si.
  2. Masih jarangnya peminatan mahasiswa dalam Ilmu Material ini, padahal di Indonesia hanya ada 3 professor yang menggeluti bidang korosi dan analisa kegagalan material (Ilmu Material dan Metalurgi), karena bidang studi ini hanya ada di jurusan Teknik Material dan Metalurgi dan tidak menutup kemungkinan anak anak Teknik Mesin berkecimpung dalam hal ini, karena cakupan dalam bidang Teknik Mesin meliputi banyak bidang mulai dari Analisis Struktur, Material Teknik, Kinematika, Teknik Material dll. Dan tau gak siapa Professor yang pertama kali menggeluti bidang korosi yang notabene adalah bidang yang langka dan sangat terhormat di bidang engineer? ialah bapak Sulistijono, Ir., DEA., Dr., Prof.. dosen jurusan TMM ITS Surabaya. beliau mendapat gelar "bapak Korosi". (unik ya sob, hhe).
  3. Ada beberapa kakak senior kita yang berkecimpung dalam Industri Material yaitu di PT Krakatau Posco Cilegon, yang merupakan anak perusahaan dari PT Krakatau Steel. Jadi jika kalian berminat kerja dengan bayaran gede dan bisa Travelling ke luar negeri banyakin belajar ilmu material dan setelah lulus kuliah masukin lamaran kalian PT. Krakatau Posco, ataupun ke PT. Krakatau Steel.
Oke , saatnya masuk ke inti dari tulisan saya yang akan membahas “Pentingnya penerapan Ilmu Material dan Metalurgi (Bahan-bahan Teknik) bagi kemajuan industri di Indonesia”.

“The world without materials is nothing.” Sedikit mengutip dari tema kunjungan industri FTUI 2010 tersebut seakan menunjukkan betapa pentingnya material bagi dunia. Kalimat tersebut tidaklah berlebihan. Kehidupan manusia memang akan selau berhadapan dengan material. Material dapat ditemukan di mana saja dan kapan saja. Segala sesuatu yang ada di sekitar kita adalah material. Bahkan, sejarah membagi peradaban dunia, termasuk Indonesia berdasarkan material penunjang kehidupan manusia, yaitu Zaman Batu dan Zaman Logam. Logam merupakan salah satu jenis material. Ilmu metalurgi mempelajari jenis material ini. Childe (1950) mengungkapkan bahwa pengetahuan metalurgi menjadi tolok ukur bagi munculnya peradaban. Berbagai kemajuan sepanjang peradaban Indonesia berkaitan erat dengan perkembangan ilmu metalurgi dan material. Material merupakan penunjang kehidupan sepanjang peradaban manusia. Oleh karena itu, penerapan Ilmu material sangat penting bagi kemajuan Indonesia.

Seiring dengan kemajuan teknologi, manusia menemukan teknik peleburan, pencampuran, dan penempaan logam, yaitu ketika peradaban Indonesia memasuki Zaman Logam. Hal ini membuktikan bahwa metalurgi berperan penting dalam peradaban manusia. Seiring dengan kemajuan teknologi, Indonesia memasuki Zaman Besi ketika mulai dikenal teknik pengolahan logam besi. Akan tetapi, di Indonesia peralatan yang berasal dari besi tidak banyak ditemukan. Peralatan yang ditemukan seperti mata kapak, pisau, sabut, dan ujung tombak. Teknik pembuatan peralatan dari besi lebih maju dibandingkan peralatan dari perunggu. Teknik pengolahan besi merupakan dasar dalam Teknik Metalurgi karena besi dapat dibuat menjadi baja yang banyak digunakan untuk membuat berbagai peralatan yang diperlukan manusia. “Hampir tak ada satupun produk teknologi kita yang tidak menggunakan unsur besi baik di dalam proses pembuatannya maupun sebagai bagian dari bahan produk itu sendiri.”

Indonesia terus mengalami kemajuan peradaban, khususnya dalam bidang teknologi. Perkembangan teknologi terjadi seiring dengan perkembangan material, termasuk logam. Ilmu material mengajarkan kita bagaimana mempelajari pengolahan logam dan desain berbagai material untuk aplikasi tertentu berperan penting dalam kemajuan teknologi. Kita dapat menganalisis mulai dari peralatan yang ada di sekitar kita, seperti pisau dapur, gunting, sendok dan garpu, kabel listrik, serta ban. Selain itu mempelajari pembuatan benda-benda tersebut. Untuk membuat benda-benda tersebut, kita perlu mengetahui sifat-sifat material. Sebagai contoh, stainless steel digunakan untuk membuat pisau dan gunting karena stainless steel dapat ditempa hingga tajam dan memiliki ketahanan terhadap korosi. Begitu pula untuk membuat sendok dan garpu dengan menggunakan stainless steel. Sendok dan garpu dibuat dari logam dengan proses casting dan stailess steel dipilih karena ketahanan terhadap korosi. Sifat tembaga yang dapat menghantarkan panas mendasari penggunaannya sebagai kabel listrik. Demikian pula dengan ban. Karet digunakan untuk membuat ban karena memiliki sifat kuat dan elastis.

Selain benda-benda sederhana, Ilmu Material dan Metalurgi juga berperan dalam pembuatan peralatan yang lebih modern, seperti mobil, pesawat terbang, komputer, dan handphone. Meskipun benda-benda tersebut tidak ditemukan oleh orang Indonesia, alat-alat tersebut sangat berpengaruh bagi masyarakat Indonesia. Indonesia juga mulai memproduksi benda-benda tersebut, meskipun masih bergantung pada impor dari luar negeri. Pembuatan benda-benda tersebut menggunakan teknik yang lebih rumit dan material yang lebih kompleks. Komponen-komponen dari benda-benda tersebut menggunakan material dan logam sesuai dengan sifat yang dibutuhkan. Komponen mobil sebagian besar terbuat dari baja, pesawat terbang terbuat dari aluminium, sedangkan komponen komputer dan handphone terbuat dari material semi konduktor. Akan tetapi, material tersebut bukanlah satu-satunya material yang digunakan. Pembuatan benda-benda tersebut menggunakan beberapa jenis material sesuai dengan sifat yang diperlukan pada bagian tertentu.

Pemerintah melalui Kementrian Perindustrian menyiapkan anggaran Rp45,9 miliar untuk program revitalisasi dan penumbuhan industri material dasar logam. Hal ini membawa angin segar bagi pertumbuhan industry material yang ada di Indonesia. Seyogyanya kesempatan ini bisa di manfaatkan secara maksimal oleh kaum intelektual yang mumpuni dalam bidang industry material sehingga terciptanya lapangan pekerjaan demi kemajuan industry dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Anggaran yang disediakan pemerintah akan digunakan untuk kegiatan penyusunan, penerapan, serta pengawasan standar nasional Indonesia (SNI) dan rancangan standar nasional Indonesia (RSNI) produk industri material dasar logam.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Penerapan Ilmu Material dan Metalurgi sangatlah penting bagi kemajuan Industri di Indonesia. Sebagai contoh Negara Jerman yang merupakan Negara Industri yang kuat, industry besi dan baja adalah industry unggulan dari negara tersebut. Penerapan ilmu tersebut harus diimbangi oleh SDM yang berkompeten di bidang Material dan Metalurgi, salah satunya adalah lulusan dari Teknik Material dan Metalurgi dan Teknik Mesin.


DAFTAR PUSTAKA
Alfian, Magdalia, Nana Nurliana Soeyono, dan Sudarini Suhartono. 2007. “Sejarah untuk SMA dan MA Kelas X”. Jakarta: Esis
Ratna, dkk. “Logam dan Peradaban.”
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_xi/logam-dan-peradaban Diunduh 31/08/2013
Anonim. “Why I Choose Metallurgy dan Materials.” http://omahkeong.blogdetik.com/2009/10/16/why-i-choose-metallurgy-and-materials Diunduh 31/08/2013
http://www.kemenperin.go.id/artikel/3681/Industri-Material-Dasar-Logam-Direvitalisasi-2013 Diunduh 31/08/2013
http://mechanical.uii.ac.id/prospective-student/sekilas-bidang-teknik-mesin/cakupan-bidang-teknik-mesin.html Diunduh 31/08/2013
http://mysecretcornflowerfield.blogspot.com/2011/11/mj-jerman-menjadi-negara-industri-yang.html Diunduh 31/08/2013
http://cogicogi.blogspot.com/2011/05/apakah-itu-jurusan-teknik-material-dan.html Diunduh 31/08/2013
http://maylanitiarna.blogspot.com/2010/12/ltm-6-mpkt-argumentatif.html Diunduh 31/08/2013

On Label: | 0 Comment

Bagi kalian Sahabat Dimas Satria yang sedang mencari referensi mengenai Sistem Pemeliharan yang ada dipembangkitan anda tidak salah memasuki blog saya, kali ini saya akan share materi dari Pusdiklat Suralaya yang berjudul "SISTEM PEMELIHARAAN PEMBANGKIT".

nih sahabat Dimas Satria langsung cek TKP aje:

DAFTAR ISI
1 & 2.SISTEM PEMELIHARAAN PEMBANGKIT
3.HAR BOILER
4.HAR TURBIN
5.POMPA
6.KATUP
7.ND TEST
8.ALIGNMENT & BALANCING

Selamat Belajar gaess.. ^_^


On Label: , | 1 Comments

Assalamualaikum Wr. WB.

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi ilmu dengan kawan kawan saya di dunia maya. Materi yang saya akan sampaikan saat ini adalah "Pengoperasian PLTGU".

PLTGU merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan tenaga gas dan uap. Jadi disini sudah jelas ada dua mode pembangkitan. yaitu pembangkitan dengan turbin gas dan pembangkitan dengan turbin uap. turbin gas lebih dikenal dengan istilah GTG (Gas Turbin Generator) sedangkan turbin uap dikenal dengan STG(Steam Turbin Generator), tidak  hanya itu saja, terdapat juga  bagian yang namanya HRSG (Heat Recovery Steam Generator).

Untuk GTG, Gas yang digunakan bukanlah gas alam , melainkan gas hasil pembakaran bahan bakar High Speed Diesel (HSD)  dan Marine Fuel Oil (MFO) sehingga menghasilkan emisi sisa pembakaran. Emisi ini diolah sedemikian rupa sehingga kadar zat berbahayanya tidak melebihi standar yang ditetapkan pemerintah. Bahan bakar ini disuplai ke tangki-tangki penampungan bahan bakar  melalui pipa bawah laut.

Turbin gas ini dapat dioperasikan dalam dua mode, yaitu konfigurasi simple cyledan konfigurasi combined cycle. Dalam keadaan simple cycle turbin gas atau biasa dikenal Gas Turbin Generator (GTG) bekerja sendiri sehingga tidak ada pemanfaatan kembali sisa energi dari gas panas yang terbuang. Gas buang langsung di alirkan ke atmosfir. Pada keadaan combined cycle pada umumnya terdiri dari beberapa turbin gas dimana energi sisa pada gas buangnya akan dimanfaatkan kembali untuk pemanasan air di Heat Recovery Steam Generator (HRSG) untuk menghasilkan uap yang akan digunakan untuk pembangkitan turbin uap atau Steam Turbin Generator (STG).

A. Siklus PLTGU

Siklus PLTG.

Prinsip kerja PLTG  dapat dijelaskan melalui  gambar dibawah ini :

Skema PLTG

Proses yang terjadi pada PLTG adalah sebagai berikut :

  • Pertama, Turbin gas berfungsi menghasilkan energi mekanik untuk memutar kompresor dan rotor generator yang terpasang satu poros, tetapi pada saat start up fungsi ini terlebih dahulu dijalankan oleh penggerak mula (prime mover).
  • Kedua, Proses selanjutnya pada ruang bakar, jika start up menggunakan bahan bakar cair (fuel oil) maka terjadi proses pengabutan (atomizing) setelah itu terjadi proses pembakaran dengan penyala awal dari busi, yang kemudian dihasilkan api dan gas panas yang bertekanan. Gas panas tersebut dialirkan ke turbin sehingga turbin dapat menghasilkan tenaga mekanik berupa putaran. Selanjutnya gas panas dibuang ke atmosfir dengan temperatur yang masih tinggi.
Proses seperti tersebut diatas merupakan siklus turbin gas, yang merupakan penerapan Siklus Brayton. Siklus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :


Diagram P - v dan T - s

Siklus seperti gambar diatas terdapat empat langkah:



  • Langkah 1-2  : Udara luar dihisap dan ditekan di dalam kompresor, menghasilkan udara bertekanan (langkah kompresi)
  • Langkah 2-3 : Udara bertekanan dari kompresor dicampur dengan bahan bakar, terjadi reaksi pembakaran yang menghasilkan gas panas (langkah pemberian panas) 
  • Langkah 3-4 : Gas panas hasil pembakaran dialirkan untuk memutar turbin (langkah ekspansi)
  • Langkah 4-1 : Gas panas dari turbin dibuang ke udara luar (langkah pembuangan)
Siklus Kombinasi (Combined Cycle)

Dibidang industri saat ini, dilakukan usaha untuk meningkatkan efisiensi turbin gas yaitu dengan cara mengabungkan siklus turbin gas dengan siklus proses sehingga diperoleh siklus gabungan yang biasa disebut dengan istilah "cogeneration". Sedangkan untuk meningkatkan efisiensi termal turbin gas yang digunakan sebagai unit pembangit listrik (PLTG), siklus PLTG digabung dengan siklus PLTU sehingga terbentuk siklus gabungan yang disebut "Combined Cycle" atau Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU).

Siklus PLTGU terdiri dari gabungan siklus PLTG dan siklus PLTU. Siklus PLTG menerapkan siklus Brayton, sedangkan siklus PLTU menerapkan siklus ideal Rankine sseperti gambar di bawah :

Siklus Kombinasi
Siklus Brayton, Siklus Rankine dan Siklus kombinasi 

Penggabungan siklus turbin gas dengan siklus turbin uap dilakukan melalui peralatan pemindah panas berupa boiler atau umum disebut “Heat Recovery Steam Generator” (HRSG). Siklus kombinasi ini selain meningkatkan efisiensi termal juga akan mengurangi pencemaran udara.  

Dengan menggabungkan siklus tunggal PLTG menjadi unit pembangkit siklus kombinasi (PLTGU) maka dapat diperoleh beberapa keuntungan, diantaranya adalah :
  1. Efisiensi termalnya tinggi, sehingga biaya operasi (Rp/kWh) lebih rendah dibandingkan dengan pembangkit thermal lainnya.
  2. Biaya pemakaian bahan bakar (konsumsi energi) lebih rendah
  3. Pembangunannya relatif cepat 
  4. Kapasitas dayanya bervariasi dari kecil hingga besar 
  5. Menggunakan bahan bakar gas yang bersih dan ramah lingkungan 
  6. Fleksibilitasnya tinggi  
  7. Tempat yang diperlukan tidak terlalu luas, sehingga biaya investasi lahan lebih sedikit.
  8. Pengoperasian PLTGU yang menggunakan komputerisasi memudahkan pengoperasian.
  9. Waktu yang dibutuhkan: untuk membangkitkan beban maksimum 1 blok PLTGU relatif singkat yaitu 150 menit.
  10. Prosedur pemeiliharaan lebih mudah dilaksanakan dengan adanya fasilitas sistem diagnosa.

Skema siklus PLTGU dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Diagram Combined cycle


Diagram Cogeneration Cycle

HRSG

Prinsip Dasar Pengoperasian PLTGU

Prinsip kerja PLTG
  • Sebagai mesin pembangkit, PLTG memerlukan alat pemutar awal (Starting Device) untuk menjalankannya. Starting Device dapat berupa mesin diesel, motor listrik, motorgenerator atau udara. Fungsi dari Starting Device adalah untuk memutar kompresor pada saat start up untuk menghasilkan udara bertekanan sebelum masuk ke ruang pembakaran (combustion chamber).
  • Tahapan start up PLTG meliputi :
  1. Persiapan dan pemeriksaan sebelum start.
  2. Ready to start
  3. Starting device energized, terhubung ke turbin dan start
  4. Bahan bakar diinjeksikan ke ruang bakar dan terjadi penyalaan. 
  5. Periode warming-up, bahan bakar ditambah dan putaran naik
  6. PLTG mampu berputar dengan kemampuan sendiri dan Starting Device lepas dan berhenti.
  7. Putaran bertambah dan mencapai full speed no load (100,3%)
  8. Sinkronisasi generator
  9. Pembebanan
Prinsip kerja PLTGU

Di dalam sistem turbin gas gas panas hasil pembakaran bahan bakar dialirkan untuk memutar turbin gas sehingga menghasilkan energi mekanik yang digunakan untuk memutar generator. Gas buang dari turbin gas yang masih mengandung energi panas tinggi dialirkan ke HRSG untuk memanaskan air sehingga dihasilkan uap. Setelah menyerahkan panasnya gas buang di buang ke atmosfir dengan temperatur yang jauh lebih rendah.


Uap dari HRSG dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk memutar turbin uap yang dikopel dengan generator sehingga dihasilkan energi listrik. Uap bekas keluar turbin uap didinginkan didalam kondensor sehingga menjadi air kembali. Air kondensat ini dipompakan sebagai air pengisi HRSG untuk dipanaskan lagi agar berubah menjadi uap dan demikian seterusnya.

 Siklus air uap PLTGU Gresik

Siklus Uap air PLTGU Priok

Bersambung KOMPONEN UTAMA PLTGU

On Label: , | 4 Comments