Energi minimal itu semacam bayangan jati diri individu

Twitter Facebook Feedburner Google +1 youtube flickr
Night Diamond Slide Glow

Skematik Multi Stage Flash Desalinasi Type Reciculation

Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap, air merupakan komponen utama sistem, jumlah air yang tidak sedikit sangat dibutuhkan pada pembangkit yang sekarang ini diandalkan di Indonesia. Maka dari itu kenapa PLTU di Indonesia berada di dekat pantai, karena jumlah konsumsi air yang sangat banyak guna memroduksi uap super heated guna menggerakkan turbin, tapi disisi lain air laut yang mengandung banyak kandungan mineral berupa garam-garaman sangat beresiko untuk peralatan yang bekerja pada sistem pembangkit, utamanya pada sistem perpipaan. Kalian masih pahamkan teori pengkaratan?. Karat merupakan hasil korosi, yaitu oksidasi suatu logam. Besi yang mengalami korosi membentuk karat dengan rumus Fe2O3.xH2O. Korosi atau proses pengaratan merupakan proses elektro kimia. Pada proses pengaratan, besi (Fe) bertindak sebagai pereduksi dan oksigen (O2) yang terlarut dalam air bertindak sebagai pengoksidasi. Persamaan reaksi pembentukan karat sebagai berikut:

Anode: Fe(s) → Fe2+(aq) ) 2e-
Katode: O2(g) + 4H+(aq) + 4e- → 2H2O(l)

Nah, dari alasan tersebut kenapa perlu dilakukan sebuah treatment air laut (sistem Pengolahan Air) sehingga air tersebut dapat dihilangakan kada garam dan mineral-mineral yang dapat bersifat korosif. Disamping itu air hasil Proses pengolahan, dijadikan air umpan Boiler. Air yang digunakan untuk pengisi ketel di PLTU harus memenuhi standar yang dibutuhkan, yaitu air yang bebas dari kontaminan – kontaminan yang dapat menimbulkan masalah korosi maupun deposit pada Boiler dan Turbin.

Untuk lebih jelas, sudah saya buatkan rangkuman mengenai Pengolahan Air Pada PLTU

1 Komentar untuk "Sistem Pengolahan air pada PLTU"

  1. Matsuoza Liana Says:

    thanks gan, boku ad tugas karya wisata tentang pltu, jdi terbantu banget deh =D

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.